Gatomon - Digimon

Jumat, 24 Desember 2010

KAJIAN TERHADAP BERBAGAI DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI KINERJA

A. Teknologi Pendidikan

Comission on Instructional Technology, 1970 mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai berikut:

A systematic way of designing, implementing, and evaluating the total process of of learning and teaching in terms of specific objectives, based on research in human learning and communication and employing a combination of human and non human resources to bring about more effective instruction”.
(Suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non-manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.

Jadi, menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non-manusia. dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar.

AECT (1972):
Educational tehcnology is a field involved in the facilitation of human learning through the systematic identification, development, organization and utilization of full range of learning resources and through the management of these process.

Teknologi pendidikan adalah satu bidang/disiplin dalam memfasilitasi belajar manusia melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar dan melalui pengelolaan proses kesemuanya itu.

Berdasarkan pengertian ini, jelas dikatakan bahwa teknologi pendidikan adalah suatu disiplin ilmu yang memfokuskan diri dalam upaya memfasilitasi belajar pada manusia. Jadi obyek formal teknologi pendidikan menurut pengertian ini adalah bagaimana memfasilitasi belajar. Dengan cara apa? Melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar. Disamping itu, melalui pengelolaan yang baik dan tepat terhadap proses daripada pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar tersebut.

AECT (1994):
Teknologi Instruksional adalah teori dan praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber belajar.

Definisi ini menegaskan adanya lima domain (kawasan) teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar. Seorang teknolog pembelajaran bisa saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut.



Tom Cutchall (1999)
Instructional technology is the research in and application of behavioral science and learning theories and the use of a systems approach to analyze, design, develop, implement, evaluate and manage the use of technology to assist in the solving of learning or performance problems. (source: http://www.arches.uga.edu/~cutshall/tomitdef.html)

Definisi menurut Cutchal ini sama seperti definisi AECT 1994. yang menekankan bahwa teknologi pembelajaran merupakan penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja. Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia.

AECT (2004):
Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources.

Ini adalah definisi terbaru yang menyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik/joyfull) dan meningkatkan kinerja.

Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa:
  1. Teknologi pembelajaran / teknologi pendidikan adalah suatu disiplin/bidang (field of study)
  2. Istilah teknologi pembelajaran dipakai bergantian dengan istilah teknologi pendidikan sebagai upaya menjelaskan domain yang tepat agar mendapatkan pemahaman yang benar dan adanya kesepakatan antar teknolog pembelajaran dalam mengembangkan teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu.
  3. Tujuan utama teknologi pembelajaran;
(a) untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran; dan
(b) untuk meningkatkan kinerja;
  1. Dalam mewujudkan hal tersebut digunakan pendekatan sistemik (pendekatan yag holistik/komprehensif, bukan pendekatan yang bersifat parsial);
  2. Kawasan teknologi pembelajaran dapat meliputi kegiatan yang berkaitan dengan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses-proses maupun sumber-sumber belajar, dalam usaha merancang, mengelola, memanfaatkan dan mengevaluasi suatu program pembelajaran.
  3. Teknologi pembelajaran tidak hanya bergerak di persekolahan tapi juga dalam semua aktifitas manusia (seperti perusahaan, keluarga, organisasi masyarakat, dll) sejauh berkaitan dengan upaya memcahkan masalah belajar dan peningkatan kinerja.
  4. Yang dimaksud dengan teknologi disini adalah teknologi dalam arti yang luas, bukan hanya teknologi fisik (hardtech), tapi juga teknologi lunak (softtech)

B. Teknologi Kinerja

Stolovich and Keeps mendefinisikan teknologi kinerja sebagai suatu terapan atau praktek sebagai hasil evolusi pengalaman, refleksi, perumusan konsep para praktisi teknologi pendidikan untuk meningkatkan mutu kinerja seseorang ditempat ia bekerja.

Definisi di atas menggambarkan bahwa teknologi kinerja sebagai suatu terapan dari teknologi pendidikan, yang diperoleh dari hasil pengalaman dan perumusan konsep para praktisi teknologi pendidikan dalam rangka meningkatkan kinerja seseorang dalam suatu organisasi. untuk meningkatan kinerja seseorang  biasanya di perlukan program-program yang cukup menunjang jalannya proses kepelatihan maupun kependidikan pada umumnya. Program-program tersebut di rancang berdasarkan proses pemilihan, analisis, desain, pengembangan, implementasi serta evaluasi. Teknologi kinerja menurut stolovich & keeps juga mempunyai beberapa sifat diantaranya sistemik dan sistematik, yang berarti sistemik menyeluruh, maksudnya teknologi kinerja juga mengamati kinerja yang di miliki seseorang secara menyeluruh berdasarkan element dalam suatu sistem dan yang kedua sistematik, yang berarti alur pemgograman kepelatihan menggunakan prosedur/proses, lagkah demi langkah yang memngkinkan seserang mencirtakan satu isistem yang berkaitan sehingga suatu keutuhan dapat tersusun.

Apabila dibandingkan keberadaan antara teknologi pendidikan dan teknologi kinerja, maka akan terlihat dalam hal ini teknologi pendidikan menekankan pada peningkatan kemampuan dan keahlian sedangkan teknologi kinerja lebih menekankan pada pencapaian keberhasilan bekerja dan organisasi. Pada dasarnya setiap kinerja tidak dapat berdiri sendiri, setiap kinerja merupakan kombinasi dari beberapa macam kinerja (sistem kinerja) terkait dengan teknologi kinerja. Kinerja sebagai suatu ilmu pengetahuan yang umum dan aktifitas (psikologi tingkah laku) sangat erat kaitan nya dengan bidang-bidang lain seperti : informasi dan sistem umpan balik, pengembangan organisasi, ergonomic, factor manusia, perubahan dan kekacauan teori, manajeman sumber daya manusia dan sistem informasi.

Teknologi Kinerja adalah identifikasi dan pemecahan masalah perilaku yang terjadi dalam individu dan organisasi. Lebih jelas lagi dikemukakan bahwa teknologi kinerja adalah serangkaian metode, prosedur dan strategi yang sistematis untuk memecahkan masalah atau menyadari peluang/kesempatan yang berkaitan dengan kinerja orang-orang dan organisasi. Kegiatan tersebut dapat di aplikasikan baik untuk level individual, kelompok kecil, tim, atau organisasi besar. Dimana bentuk-bentuk intervensi / solusinya dapat dilakukan dalam bentuk informasi, komunikasi, pengembangan organisasi, pelatihan, work/job design, manajemen kinerja, rekayasa lingkungan, ergonomic, feedback system, reward, coaching, perubahan budaya, electronic support system, dan lain-lain. Widyo Nugoro (2009;Deskripsi mata kuliah teknologi kinerja)

Teknologi kinerja bertugas mencari permasalahan mengapa kinerja seseorang tersebut bisa menurun dan berusaha untuk mencari solusinya. Pada saat Teknolog Kinerja mendiagnosis, disitulah Teknolog Kinerja mencari permasalahan dengan menganalisis penyebab yang memungkinkan terjadinya hal tersebut. Setelah menganalisis kemudian memotivasi dan mengevaluasi. Cakupan bidang ini tidak hanya di dalam pembelajaran saja, maksudnya hanya mencakup peserta didik dalam suatu pembelajaran, namun di berbagai bidang. Misal di suatu perusahaan dan bisa juga pada bagian si pendidik itu sendiri.

Dengan demikian, tugas teknolog kinerja sama seperti dokter. Mulai melakukan diagnosa masalah secara sistematis dan menyeluruh. Kemudian menyimpulkan inti penyebab masalah (penyakit). Untuk kemudian membuat resep pengobatannya seperti apa. Teknolog kinerja beperan dalam mendiagnosa permasalahan kinerja dalam suatu organisasi, kemudian menyimpulkan inti penyebab menurunnya kinerja secara holistik, dan kemudian merekomendasikan, merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi serta memonitor pelaksanaan intervensi atau solusi. Bentuk-bentuk solusi dapat bermacam-macam dan dapat bersifat instruksional (seperti pelatihan, distance learning, dll) maupun yang bersifat non-instruksional (seperti perubahan budaya, pemanfaatan electronic support system, insentif, dll) seperti dicontohkan di atas.

DAFTAR PUSTAKA
Stolovitch Harold D & Erica J.Keps  (1992 ),Handbook of Human Performance Technology, Jossey-Bass Publisher
Miarso, Yusufhaadi Prof.Dr, (2004 ) Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta : Prenada media
Buku Bacaan Teknologi Kinerja ( kumpulan  bahan bacaan dari berbagai sumber )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar