Gatomon - Digimon

Jumat, 24 Desember 2010

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang
berkaitan dengan proses komunikasi informasi, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan
pengolahan informasi (Pustekkom). Teknologi Informasi dan Komunikasi cendrung dikaitkan dengan
teknologi terbaru, seperti komputer dan teknologi yang mutakhir. Teknologi Informasi dan Komunikasi
terus mengalami perkembangan baik dari bentuk, ukuran, kecepatan dan kemampuannya. Di dunia
pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi
Informasi
dan Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya.
Dunia, saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan
peluang ekonomi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan perubahan besar terjadi
dalam bidang teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan
terjadinya
pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;
v Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke
masyarakat industri)
v Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hightech)
v Ekonomi nasional ke perekonomian dunia
v Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang
v Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi
v Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa
v Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)
Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan
Menurut Budi Sutedjo (Eti Rpchaety, 2005), gelombang teknologi dan informasi berkembang
melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Gelombang Pertama, Pemanfaatan TIK difokuskan untuk peningkatan produktivitas dan
memperkecil biaya
b. Gelombang kedua, TIK difokuskan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan komputer melalui
pembangunan jaringan komputer
c. Gelombang ketiga, TIK difokuskan untuk menghasilkan keuntungan lewat pembangunan program
sistem informasi
d. Gelombang keempat, TIK difokuskan untuk membantu proses pengambilan keputusan dari data
kualitatif
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
e. Gelombang kelima, TIK difokuskan untuk meraih pelanggan (konsumen) melalui pengembangan
jaringan internet
f. Gelombang keenam, TIK yaitu mengembangkan sistem jaringan tanpa kabel (wireless).
Teknologi Informasi berbasis pada disiplin ilmu-ilmu Informatika, Teknik Komputer dan
Manajemen Informatika yang semuanya terikat dalam Komputasi. Komputasi berarti pekerjaan yang
berkaitan dengan aktivitas : hitung menghitung proses pengolahan, penyimpanan dan penyampaian
informasi, akibatnya tiap jaringan komunikasi beralih menjadi sentral informasi dan bukan
komputernya
lagi. Pemanfaatan yang dulunya sangat terbatas, kini telah memasuki kedalam katagori strategis,
pengaruhnya pada kelangsungan usaha tidak dapat dipungkiri lagi (PUSTEKKOM,2006).
Tekonologi informasi dari massa ke massa selalu mengalami perkembangan yang pesat.
Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika menyebabkan kemampuan komputer maju pesat dan
cepat usang mengikuti Hukum Moore (Vide;Bill Gates, 1995 dalam PUSTEKKOM) dimana :
§ Kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya
§ Perangkat lunak semakin canggih
§ Batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK DUNIA PENDIDIKAN
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi dan komunikasi merupakan salah satu
komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan
harus memiliki komponen – komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan,
seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, sumber daya manusia (tenaga
pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistem komunikasi dan informasi terdiri dari komponen –
komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan pihak
pengambil keputusan saat melakukan aktivitas pendidikan (PUSTEKKOM,2006).
Dalam bidang pendidikan Internet telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran
meskipun di dunia pendidikan terdapat beberapa tantangan sebagai berikut :
v Proses pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup lama. Setidak
tidaknya seorang dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah dasar sampai perguruan
tinggi
v Dalam pendidikan itu berlaku prinsip “irreversibilitas”
v Tantangan yang kita hadapi di masa depan cendrung berkembang semakin kompleks, yang
ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai
akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka. (PUSTEKKOM,2006)
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic
Education) ialah istilah penggunaan TI di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi
yang
tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan
merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di
Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk
mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang
pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan
pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang
mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan (Oetomo, B.S.D, 2002).
Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi
TI di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di
UI
memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit
mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon
mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah,
kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina
Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan
penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs
mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri
seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya (Oetomo,
B.S.D,
2002).
Inisiatif-inisiatif penggunaan TI dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih
berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif
yang
sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang
menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com. dan SMA-net.com
Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan
secara umum di Indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan
di Indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan
perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi
(forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini
adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama
pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.net (PUSTEKKOM, 2006).
Selain penggunaan internet dalam dunia pendidikan, usaha lain untuk penggunaan ICT dalam
pendidikan antara lain diciptakannya model-model pembelajaran ataupun media pembelajaran yang
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
Bahan Belajar
berbasis TIK
Internet
RUMAH
SEKOLAH
berbasiskan ICT, baik berupa CD pembelajaran interaktif maupun modul-modul materi pembelajaran
yang bisa memberikan kemudahan pada peserta didik untuk memahami materi tersebut.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI OLEH DEPARTEMEN
PENDIDIKAN NASIONAL
Departemen Pendidikan Nasional melalui PUSTEKKOM telah mengembangkan Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Beberapa produk dari PUSTEKKOM
yang telah digunakan oleh dunia pendidikan antara lain TVE dan edukasi.net. TVE (TV edukasi)
menyiarkan bahan belajar untuk tingkat SMP sedangkan edukasi.net berisi materi pelajaran untuk
tingkat
SD, SMP dan SMA (Harina Yuhetty dan Hardjito).
Dibawah ini merupakan skema dari pengembangan ICT dalam pendidikan oleh Depertemen
Pendidikan Nasional :
edukasi.net merupakan media pembelajaran berbasis internet yang menyediakan bahan belajar
berbasis web yang bersifat interaktif serta menyediakan fasilitas komunikasi antara pengajar dengan
peserta didik, antar peserta didik, dan peserta didik dengan sumber belajar lainnya. Dari hasil evaluasi
yang dilakukan PUSTEKKOM diperoleh informasi tentang keuntungan menggunakan edukasi.net
antara
lain :
a. Siswa dan guru dapat memperoleh sumber belajar yang sesuai dengan kurikulum,
b. Guru dengan siswa, atau antar siswa dapat melakukan diskusi melalui forum dikusi,
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
c. Guru dengan siswa, atau antar siswa dapat mengirim informasi melalui milling list,
d. Guru dan siswa dapat men-download materi belajar yang diperlukan, dan
e. Sumber belajar dapat diakses dari mana dan kapan saja. (PUSTEKKOM,2006)
Untuk mendukung tercapainya tujuan dari penggunaan ICT dalam bidang pendidikan maka
pemerintah melalui depertemen pendidikan nasional telah mengembangkan Jaringan Sekolah sejak
tahun 1998-an. Pada tahun 2002 dikmenjur juga telah mengembangkan jaringan sekolah yang berbasis
wide area network (WAN) yang diberi nama WANKota.
Namun sayangnya belum semua sekolah mengakses layanan edukasi.net ini, untuk itu
diperlukan peningkatan program oleh DEPDIKNAS agar layanan ini dapat diakses oleh seluruh
lembaga
pendidikan di Indonesia, sehingga tujuan dan manfaat dari edukasi.net dapat dirasakan sepenuhnya
oleh
dunia pendidikan.
Beberapa program yang mendukung pemanfaatan ICT untuk pendidikan antara lain :
a. Pemberian Block Grand seperti oleh Dikmenum kebeberapa sekolah seluruh Indonesia.
b. Proyek lain seperti OSOL ( One School One Lab-Computer) yang diprakarsai oleh Kementrian
Komunikasi dan Informasi
c. Roadshow peningkatan kesadaran tentang ICT
d. Gerakan moral penggunaan internet oleh ICT Watch yang diberi nama “Internet Sehat”.
e. Proyek ACEN, yang merupakan bantuan dari Pemerintah KORSEL dan dilaksanakan oleh
Balitbang Depdiknas (Harina Yuhetty dan Hardjito, 2004).
TVE (TV edukasi) merupakan program pendidikan yang menggunakan satelit dalam proses
penyampaian informasi ke penggunanya. Program yang ditawarkan oleh TVE bisa disesuaikan dengan
jadwal pelajaran disekolah. Selain dari TVE dan edukasi.net, banyak produk ICT dari PUSTEKKOM
yang
telah beredar di dunia pendidikan di Indonesia dan hasilnya sudah mulai dirasakan oleh kalangan
pendidikan baik dari segi kualitas pembelajaran maupun kualitas sumber daya manusia yang
dihasilkan.
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
KESIMPULAN
Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT
bukan lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukung
dalam dunia pendidikan. Salah satu bukti pentingnya ICT adalah untuk pemerataan pendidikan dengan
kondisi geografis Indonesia yang luas sangat diperlukan ICT. Beberapa dampak positif yang diperoleh
dengan adanya ICT dalam dunia pendidikkan antara lain :
1. Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan
nasional Indonesia secara umum.
2. Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT dapat dengan mudah menerima
informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri
3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang merupakan produk dari dunia
Pendidikan
4. dll
Oleh karena pentingnya ICT dalam dunia pendidikan, maka Depertemen Pendidikan melalui
PUSTEKKOM terus melakukan pengembangan ICT dalam dunia pendidikan di Indoneisa. Telah
banyak
produk dari PUSTEKKOM yang berbasiskan ICT telah dikembangkan, antara lain TVE, edukasi.net
dan
lain-lain.
file/khoirul/akmal/spd/tambusai/daludalu
SUMBER
Eti Rochaety, dkk, 2005, “ Sistem Informasi Manajemen Pendidikan”, Bumi Aksara, Jakarta
Harina Yuhetty dan Hardjito, 2004, edukasi net pembelajaran berbasis internet : tantangan dan
peluangnya dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (Dewi salma dan Eveline Siregar), Kencana
Media Group dan Universitas Negeri Jakarta.
Idris, Naswil, 2001, “Pengembangan dan Peranan Sumber Daya Manusia di Era Teknologi
Informasi”,
Semarang
Oetomo, B.S.D, 2002, e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan, Penerbit Andi,
Yogyakarta.
Patmanthara, saad, 2006, “Pengintegrasian ICT dengan Menggunakan Model Blended Learning untuk
Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah”, makalah dalam Seminar dan Pelatihan
Implementasi ICT dalam Proses Pembelajaran. LPMP Bandung.
PUSTEKKOM, 2006, “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication
Technology)”
Rencana Strategis Depertemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 Menuju Pembangunan
Pendidikan Nasional Jangka Panjang 2025.
DYAH AYU MEYMONA
09520244021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar