Gatomon - Digimon

Sabtu, 25 Desember 2010

tugas-tugas

1.  
Ada 2 metode untuk berkomunikasi di internet, synchronous (contoh: chatting) dan asynchronous (contoh mail, bulletin board, dll).
Perbedaan antara synchronous dengan asynchronous yang terutama tergantung dari ada tidaknya jeda antara pertukaran pesan dan fleksibilitas waktu antar pengguna komunikasi tersebut.
Synchronous
proses pengirim dan penerima diatur sedemikian rupa sehingga memiliki pengaturan yang sama, sehingga dapat diterima dan dikirim denan baik. umumnya pengaturan ini didasarkan pada waktu dalam mengirimkan sinyal.  waktu ini diatur oleh denyut listrik secara periodik yang disebut clock . dengan kata lain synchronous adalah sistem operasi untuk kejadian yang terjadi pada waktu bersamaan, berkelanjutan dan dapat diprediksi. contoh: chating
Asynchronous
proses komunikasi data yang tidak tergantung dengan waktu yang tetap. proses transformasi data kecepatanya. cukup relatif dan tidak tetap. metode komunikasi serial dari satu perangkat ke perangkat lainnya. data dikirimkan perbit persatuan waktu. tiap simbol yang dikirimkan mempunyai start bit dan stop bit, untuk melakukan sinkronisasi dari suatu device pengirim dan penerima. interval yang terjadi antar satu karakter dengan karakter lainnya dapat bervariasi.  asynchronous merupakan operasi yang tidak bergantung waktu
Asynchronous sering disebut juga sebagai Asynchronous Transfer Mode (ATM). mode ini paling sering digunakan dalam mengirimkan dan menerima data antar 2 alat.  pada mode ini berarti clock yang digunakan oleh kedua alat tidak bekerja selaras satu dengan yang lainnya.  dengan demnikian data harus berisikan informasi tambahan yang mengijinkan kedua lata kapan menyetujui kapan pengiriman alat dilakukan. contoh: modem, mesin fax, TCP/IP, mail, buletin board, dll.

Carilah satu kebijakan TIK, khususnya di bidang pendidikan, sebutkan ( di kutip ) !
2.   Apa dampak kebijakan tersebut terhadap pendidikan, apakah memecahkan masalah tertentu ( solusi yang jitu )  ?
3.   Dari beberapa contoh strategi pengembangan TIK di Indonesia, strategi manakah yang cocok untuk Indonesia menurut anda ?

JAWAB !

1.   Kebijakan TIK  “E-learning“

2.   Dampak kebijakan “E-learning” di bidang pendidikan :
Dampak positif  :
·         Dengan adanya E-learning, guru bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga peserta didik dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi mereka juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.
·         Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran.
·         Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya E-learning, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
·         Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik
·         Mempercepat proses yang lama dalam pembelajaran.
Dampak negatif
·         Dengan adanya peralatan E-learning yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet,proyektor,Audio,dan lainya ini malah membuat siswa jadi malas belajar.
·         Dengan adanya fasilitas E-learning yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat internet dan mengkopi paste, sehingga siswa semakin menjadi malas belajar.
E-learning merupakan alat pemecahan masalah yang cukup efektif dalam bidang pendidikan karena E-learning telah menyediakan Fasilitas-fasilitas seperti pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh email, kanal chatting, atau melalui video conference, dan E-learning pun memudahkan pendidikan dalam membangun pembelajaran yang interaktif, simulatif, dan menarik.
3.   Menurut kami Indonesia cocok menggunakan strategi pengembangan TIK seperti E-dukasi.net karena di dalam E-dukasi.net, pendidikanlah yang meyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Portal ini berisi bahan belajar, wahana aktifitas komunitas dan info pendidikan. E-dukasi.net sangat bermanfaat bagi pera pelajar seperti :
                 I.          Sumber Bahan Belajar
·         peserta didik dapat sumber bahan belajar yang meliputi Materi Pokok; Modul Online; Pengetahuan Populer; Bank Soal/Uji Kompetensi; Multimedia Interaktif; Video on Demand.
·         peserta didik dapat berbagi ilmu dengan cara mengirimkan karya berupa bahan belajar berbasis web ke administrator e-dukasi.net untuk di-upload.
·         peserta didik dapat mendownload bahan belajar pada e-dukasi.net dan menggunakannya sesuai kebutuhan belajar Anda.
               II.          Sebagai Sarana Komunikasi dan Kolaborasi AntarSekolah
·         peserta didik dapat berkomunikasi, berbagi ide dan pengalaman dengan pengguna lainnya melalui fasilitas forum.
·         peserta didik dapat memperoleh dan mengirimkan informasi mengenai berita dan artikel serta event yang terjadi dalam komunitas pendidikan
·         peserta didik akan memperoleh ruang (space) untuk menampilkan profil sekolahnya sebagai subdomain e-dukasi.net.
·         Anda dapat mengikuti kelas maya melalui fitur telekolaborasi e-dukasi.net.

Faktor apakah yang mendorong pada masa awal di manfaatkanya TIK di indonesia ?

2.       Apakah usaha pengembangan untuk pemanfaatan TIK di Indonesia sudah optimal, menurut anda di sekitar pendidikan pengembangan apalagi yang harus di lakukan ?

Jawab !
1.        -     Masuknya modernisasi ke indonesia,
-          Tingginya tingkat kemiskinan,
-          Pembangunan,
-          Sulitnya memperoleh informasi dan berkomunikasi jarak jauh,
-          tingginya tingkat pengangguran,
-          keterbatasan sarana dan prasarana dalam kehidupan.
3.       menurut saya usaha pengembangan untuk pemanfaatan TIK di Indonesia suah cukup optimal, karena kini sudah hampir seluruh sekolah di kota maupun desa menggunakan internet sebagai sarana pendidikan, namun masih ada yang belum  sepenuhnya di kembangkan seperti penggunaan internet yang belum merata di daerah pelosok, penggunaan audio visual  yang masih jarang di manfaatkan, dan program e-learning yang masih kurang di manfaatkan.
1.    Pendidikan terbuka =
·         siswa di dalam sekolah ini relatif unik
·         Sekitar pukul 13.00 WIB siswa datangan ke sekolah
·         pakaiannya ada yang berseragam, ada pula yang berpakaian biasa
·         Sebagian besar mereka belajar secara mandiri
·         belajar menggunakan modul
·         fasilitas dan sarana prasarana kurang memadai
·         rata-rata siswanya ada yang sekolah sambil bekerja.
·         Berasal dari keluarga yang ekonominya rendah
·         Biasanya pendidikan terbuka berada di daerah pelosok desa, terutama daerah yang jalanya susah di lalui kendaraan bermotor, dan hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki. Contohnya di daerah pegunungan yang belum ada jalan.
Contohnya =

2.    Pendidikan jarak jauh =
   
PJJ adalah suatu model pembelajaran yang membebaskan peserta didik untuk dapat belajar tanpa terikat oleh ruang dan waktu dengan sesedikit mungkin bantuan dari orang lain. Karena keterpisahan jarak inilah maka dalam PJJ materi pembelajaran dikembangkan,dikemas dan disampaikan melalui media dalam berbagai jenis dengan memanfaatkan TIK sehingga dapat digunakan peserta didik untuk belajar mandiri. Belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri, melainkan belajar dengan prakarsa dan tanggungjawab sendiri dengan bantuan minimal dari orang lain.
Dalam sistem PJJ peserta didik dituntut untuk belajar secara mandiri. Dengan demikian pelaksanaan PJJ atau distance learning menerapkan cara belajar mandiri (individual learning). Belajar mandiri dalam konteks sistem PJJ berdampak pada pemanfaatan TIK. Artinya media dapat digunakan untuk menyampaikan materi pembelajar. Media teknologi tersebut dapat berupa media cetak, radio, televisi,komputer, masyarakat awam, orang tua, atau media lain yang dapat digunakan untuk mengemas materi pembelajaran.
Disisi lain dalam sistem PJJ tentu tidak mengandalkan kehadiran pengajar untuk sering bertatap muka dengan peserta didik, karena tidak memungkinkannya peserta didik untuk sering datang ketempat belajar pada waktu yang ditentukan oleh pengelola pendidikan. Oleh karena itu kehadiran pengajar harus digantikan oleh kehadiran bahan belajar yang dirancang khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri,didiskusikan dengan teman kelompok belajar, dan mungkin dibahas
dengan tutor. Bentuk bahan belajar tersebut biasanya dengan memanfaatkan TIK dalam berbagai kombinasi dari media cetak (modul), program audio,program video, radio, TV, komputer, alat-alat praktik dan praktikum,dan sebagainya.

·         Terpisahnya guru dan siswa (tidak tatap muka)
·         Adanya lembaga yang mengelola PJJ
·         Digunakannya media ( biasanya media tercetak) sebagai sarana untuk menyajikan isi pelajaran. media cetak berupa bahan belajar mandiri yang biasa disebut modul. Media ini seringkali ditunjang dengan media radio, TV, kaset audio, dan kaset video. Namun media tersebut di atas kurang memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk saling berinteraksi, karena itu menyebabkan adanya jarak transaksi yang besar. Artinya media tersebut kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi, berdialog, atau berinteraksi dengan guru. Akibatnya siswa yang mendapatkan kesulitan dalam memahami isi pelajaran tidak dapat menanyakan kesulitan itu kepada guru. Dengan demikian kalau siswa salah dalam menafsirkan isi pelajaran, kesalahan itu akan disimpannya dan dibawanya terus sebelum ada orang yang memberi penjelasan mengenai penafsiran yang benar.
·         diselenggarakannya system komunikasi dua arah antara guru dan siswa atau antara lembaga dan siswa sehingga siswa mendapatkan manfaat darinya. Dalam hal ini siswa dapat berinisiatif untuk terjadinya komunikasi itu.
·         Pada dasarnya PJJ itu bersifat pendidikan individual. Pertemuan tatap muka untuk melengkapi proses pembelajaran berkelompok maupun untuk sosialisasi dapat bersifat keharusan (compulsory), pilihan (optional), ataupun tidak ada sama sekali tergantung kepada organisasi penyelenggaranya.
·         Rata-rata peserta didiknya sudah ada yang bekerja.


3.    pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sarana pembelajaran jarak jauh :
Peran TIK beserta infrastrukturnya dalam PJJ yaitu untuk menyajikan materi pembelajaran dan menyediakan sarana komunikasi atau interaksi antara institusi PJJ dengan peserta didik.Sedangkan TIK yang dapat dimanfaatkan untuk PJJ adalah siaran radio,televisi,telekonferensi,pembelajaran berbantuan komputer dan atau multimedia melalui jaringan komputer.Selain itu materi pembelajarannya dapat dikemas dengan menggunakan media cetak (modul) dan audio/video kaset.

4.    UNESCO mengklasifikasikan tahap penggunaan TIK dalam pembelajaran ekdalam empat tahap sebagai beirkut:
Tahap emerging, baru menyadari akan pentingnya TIK untuk pembelajaran dan belum berupaya untuk menerapkannya.
Tahap applying, satu langkah lebih maju dimana TIK telah dijadikan sebagai obyek untuk dipelajari (mata pelajaran).
Pada tahap integrating, TIK telah diintegrasikan ke dalam kurikulum (pembelajaran).
Tahap transforming merupakan tahap yang paling ideal dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan/evolusi pendidikan. TIK diaplikasikan secara penuh baik untuk proses pembelajaran (instructional purpose) maupun untuk administrasi (administrational purpose).
Apa yang terjadi dalam praktek pembelajaran di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, TIK masih dijadikan sebagai obyek atau mata pelajaran. Sebagian besar, TIK masih dijadikan sebagai obyek belajar atau mata pelajaran di sekolah-sekolah. Bahkan di tingkat perguruan tinggi atau akademi, banyak dibuka program studi yang berkaitan dengan TIK, seperti teknik informatika, manajemen informatika, teknik komputer, dan lain-lain.
Secara ideal, kondisi yangs seharusnya terjadi adalah TIK sudah diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
5.    Diklat Jarak Jauh di Pusdiklat Teknis Keagamaan
Diklat Jarak Jauh (DJJ) merupakan salah satu bentuk dari Pendidikan Jarak Jauh. Prinsip-prinsip yang dijadikan landasan dalam pelaksanaan DJJ sama dengan prinsip yang berlaku dalam Pendidkan Jarak jauh meskipun kemungkinan akan ada perbe­daan dalam variasi pelaksanaan.
DJJ yang dicanangkan oleh Pusdiklat Teknis Ke­agamaan adalah DJJ yang utamanya berbasis IT de­ngan media kaset, radio, TV, CD, flash disk dan inter­net. Dalam pelaksanaannya Pusdiklat Teknis bekerja sama dengan Pustekkom untuk mengembangkan dan mengelola sebuah sistem online manajemen system yang disebut Learning Manajemen Sys­tem (LMS) dengan menggunakan aplikasi Moodle. Dalam system tersebut modul-modul dan tugas-tugas belajar di-upload kedalam online network­ing agar dapat diakses oleh peserta di access point yang ada di 12 Balai Diklat Departemen Agama dan beberapa madrasah yang ditunjuk. Untuk tutorial jarak jauh disediakan siaran radio yang diriley ke seluruh tanah air. Bagi peserta yang belum dapat mengakses internet maka dapat menggunakan me­dia CD yang dibagikan kepada mereka. Media CD tersebut dapat dibaca melalui perangkat computer atau dicetak.
Sistem DJJ tersebut secara teoritis sudah mema­dai dan menggunakan media yang up to date. Peng­gunaan media berbasis IT sudah merupakan keha­rusan, karena salah satu ciri Pendidikan Jarak Jauh adalah penggunaan teknologi yang paling muta-khir. Meskipun begitu tentu saja bukan merupakan produk final, sistem tersebut masih harus disesuai­kan dengan banyak hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar